Kamis, 14 Desember 2017

Tiwul Makanan di Era Krisis yang menjelma menjadi Jajanan Pasar


     Tiwul adalah makanan tradisional dari Gunung Kidul yang terbuat dari olahan singkong. makanan ini sangat unik, selain rasanya yang sangat khas, Tiwul ini juga bisa dijadikan sebagai makanan pengganti nasi. Makanan ini sudah terkenal sejak jaman dahulu dan menjadi salah satu warisan kuliner bagi masyarakat Yogyakarta, terutama daerah Gunung Kidul.



     Tiwul termasuk makanan yang sangat bersejarah karena sudah ada sejak jaman dahulu. Menurut sejarahnya, pada jaman penjajahan dulu makanan ini dijadikan makanan pokok bagi masyarakat dan dimakan bersama lauk pauk serta sayuran. Setelah jaman penjajahan pun, makanan ini masih tetap berfungsi sebagai makanan pokok apabila stok beras habis sebelum masa panen.

    Tiwul dibuat melalui beberapa proses. Dalam proses pembuatannya, singkong di kupas dan di jemur hingga kering. Singkong yang sudah kering tersebut oleh masyarakat Jawa biasa di sebut dengan gaplek. Gaplek ini kemudian ditumbuk hingga halus dan menjadi seperti tepung. Lalu tepung tersebut di kukus hingga matang dan menjadi Tiwul. Dalam penyajiannya, biasanya Tiwul di sajikan dengan ditaburi parutan kelapa. Namun bisa juga di sajikan bersama dengan lauk pauk atau sambal.

    Tiwul memiliki rasa yang sedikit manis dan memiliki aroma alami dari singkong, sehingga memiliki cita rasa yang khas pada makanan ini. Selain itu teksturnya yang pulen dan menggumpal memberikan sensasi tersendiri saat kita menyantapnya. Tiwul ini dipercaya sangat berguna bagi tubuh kita, karena mempunyai kandungan kalori yang lebih rendah dari pada nasi. Tiwul ini juga dapat mencegah penyakit seperti maag dan penyakit perut lainnya.

    Mungkin di tahun yang modern ini banyak yang tidak suka dengan makanan ini terutama anak muda jaman sekarang, mereka menganggap remeh makanan ini  padahal makanan ini mempunyai sejarah yang luar biasa dari makanan yang ada sekarang. Kalau mau mencoba makanan ini ada di pasar-pasar terdekat.. So, jangan gengsi untuk makan makanan yang satu ini ya teman, wajib mencoba rasanya tidak kalah sama makanan yang lain.
Kue Putu Jajanan Tradisional 


Kue putu merupakan makanan yang sangat familiar di Indonesia. Salah satu makanan ringan tradisional pada zaman dahulu ketika Indonesia dirundung oleh para penjajah dari negeri Belanda. Asal mula nama resep ini, mungkin didasari pada zaman ketika negara Indonesia masih dijajah oleh Belanda. Seperti yang kita ketahui bahwa Kue Putu dibuat dengan bahan dasar tepung beras yang notabene bisa dibuat oleh rakyat Indonesia. Nah, pada saat itu bahan-bahan seperti telur ayam, tepung terigu, vla, dan daging lebih diperuntukkan oleh para bangsawan dari negeri Belanda. Untuk itulah, mengapa kue ini dikatakan Putu Belanda karena bahan-bahannya yang eksklusif pada waktu itu. Sedikit celah sejarah lain dari kue putu ini dapat ditemukan di China silk museum, bersamaan dengan penyajian teh Longjin, yang memiliki wangi khas serta telah ada sejak 1200 tahun lalu. Teh ini berjaya pada dinasti Ming serta dipersembahkan untuk keempat kaisar. Teh tersebut disajikan dengan xian roe xiao long, yaitu kue dari tepung beras berisi kacang hijau yang amat lembut dan dikukus dalam cetakan bambu sebagaimana kue putu di Indonesia.

Kue Putu Jajanan Tradisional Indonesia Bermanfaat
Kue putu jajanan tradisional Indonesia termasuk kue basah merupakan bagian kekayaan makanan tradisional kita yang jenis dan ragamnya berlimpah. Kue putu digemari (dari bahasa Jawa, puthu ) adalah jenis makanan Indonesia berupa kue yang berisi gula jawa dan parutan kelapa, tepung beras butiran kasar. Kue ini di kukus dengan diletakkan di dalam tabung bambu yang sedikit dipadatkan dan dijual pada saat matahari terbenam sampai larut malam. Suara khas uap yang keluar dari alat suitan ini sekaligus menjadi alat promosi bagi pedagang yang berjualan.Kebanyakan warna dari kue putu ini adalah putih dan hijau.

Kue putu jajanan tradisional Indonesia  menyehatkan dikarenakan sebagian besar kandungannya adalah hidrat arang. Sebagai makanan selingan, kue ini sebenarnya cukup memberikan sumber gizi, terutama sebagai sumber tenaga yang cukup menopang sebagian aktifitas kita. Jadi walaupun makanan selingan, namun manfaat utamanya kita dapatkan.

Sumber: https://putuholic.com > Artikel

Rabu, 13 Desember 2017


Gethuk Pisang Khas Kota Kediri


Apakah Gethuk Pisang itu?

Gethuk Pisang adalah makanan tradisional sejenis gethuk yang terbuat dari bahan dasar pisang. Gethuk yang satu ini berbeda dengan gethuk pada umumnnya, baik dari segi bahan, penyajian maupun rasanya.Gethuk Pisang merupakan salah satu makanan khas kota Kediri, Jawa Timur. Konon, Gethuk Pisang ini merupakan makanan tradisional yang sudah ada sejak dulu kala dan di wariskan secara turun temurun oleh masyarakat disana. Kini selain dijadikan cemilan khas, Gethuk Pisang ini juga dijadikan sebagai oleh-oleh khas bagi pengunjung atau wisatawan yang datang ke kota Kediri.



Keistimewaan Gethuk Pisang

Gethuk Pisang ini tidak seperti gethuk pada umumnya yang terbuat dari singkong atau ubi, karena Gethuk Pisang ini terbuat dari bahan pisang. Pisang yang digunakan pun merupakan jenis pisang khusus, sehingga memiliki cita rasa yang khas. Selain itu Gethuk Pisang ini juga dibungkus dengan daun pisang seperti lemper, sehingga menghasilkan aroma yang sangat khas.

Pengolahan Gethuk Pisang

Gethuk Pisang ini terbuat dari bahan dasar pisang jenis khusus yaitu pisang jenis raja nangka. Pisang raja nangka ini memiliki aroma dan rasa yang khas, selain itu teksturnya juga cocok untuk dijadikan gethuk. Proses pengolahan Gethuk Pisang ini cukup sederhana. Pertama pisang dikupas dan dihaluskan dengan cara ditumbuk hingga menjadi seperti adonan. Kemudian ditambahkan gula pada adonan tersebut sebagai pemanis. Untuk penyedap rasa ada juga yang menambahkan sedikit gula dan vanili pada adonannya. Adonan tersebut lalu diaduk hingga rata. Kemudian ditaruh pada daun pisang lalu dibungkus dengan cara digulung dan disematkan dengan lidi agar tidak lepas. Dan yang terakhir, adonan yang sudah dibungkus tersebut dikukus agar adonan mengeras dan aroma daun pisangnya terasa.

Cita Rasa Gethuk Pisang

Gethuk Pisang ini memiliki cita rasa yang sangat khas. Perpaduan rasa manis dan asam yang sangat khas dari pisangnya memberikan cita rasa tersendiri pada Gethuk Pisang ini. Selain itu aroma pisang dan daun pisangnya sangat terasa sehingga memberikan sensasi tersendiri saat kita menyantapnya. Gethuk Pisang ini sangat cocok dijadikan cemilan saat berkumpul bersama keluarga atau sahabat. Selain rasanya yang khas, Gethuk Pisang ini juga sehat untuk dikonsumsi karena bahannya sangat alami dan tanpa bahan pengawet.

Tempat Kuliner Gethuk Pisang

Gethuk Pisang ini merupakan makanan tradisional yang cukup terkenal di Kediri, Jawa Timur. Disana, makanan ini sangat mudah kita temukan, karena banyak penjual yang menjajakan makanan ini, baik di pasar, warung, maupun toko oleh-oleh. Bagi anda yang berkunjung ke kota Kediri, tentu kurang lengkap rasanya bila belum membawa pulang makanan khas satu ini. Dalam kondisi normal Gethuk Pisang ini bisa bertahan sampai 2 hari, karena tidak menggunakan bahan pengawet. Namun bila anda menyimpannya di kulkas, maka bisa bertahan sampai 5 hari.

Sumber: www.negerikuindonesia.com

Selasa, 12 Desember 2017

Pepes Ikan



Orang Indonesia memang sangat kreatif kalau sudah berkutat dengan teknik membuat makanan. Selalu saja muncul cara-cara yang tidak terpikirkan dalam membuat makanan. Kebanyakan dari cara-cara itu ialah budaya turun temurun yang sudah diciptakan dari generasi terdahulu.

Nah, bicara soal pepes. Cara membuat pepes ikan mas hanyalah satu dari sekian jenis pepes yang dapat dibuat. Pepes sendiri berasal dari tanah Pasundan (Sunda). Orang Sunda sendiri menyebut jenis makanan ini dengan sebutan ‘pais’.

Berakar dari kebiasaan orang Sunda yang gemar memanfaatkan hasil alam, mereka membuat pepes ini dengan berbagai macam isi yang dapat mereka temukan di alam. Seperti ikan dari sungai, jamur yang tumbuh di hutan, sayuran dari ladang, hingga ampas minyak kelapa pun mereka bisa olah menjadi pepes.

Bumbu-bumbu yang digunakan di pepes pun mereka tanam di halaman sendiri seperti kunyit, serai, daun salam, hingga bungkus daun pisang.

Proses memasak pepes sendiri pun tidak bisa dibilang mudah. Pada awalnya, waktu yang dibutuhkan untuk memasak pepes adalah kurang lebih 8 jam. Waktu yang cukup lama ini dikarenakan pepes dimasak dengan cara ditaruh di atas abu atau kayu panas sehingga makanan ini matang secara perlahan. Proses memasak yang lama ini membuat pepes menjadi kering, bumbunya meresap, serta keharuman yang timbul  dari aroma bakaran daun dan kayu yang menjadi sangat menggiurkan.

Sejak dulu dan saat ini…

Tak ada yang tahu kapan tepatnya pepes sudah mulai dikenal atau biasa disantap orang Sunda. Tapi kalau melihat cara membuat dan proses mematangkannya yang sederhana, bisa dipastikan usianya sudah sangat tua.

Proses mematangkan pepes yang lama ini memungkinkan para ibu yang bekerja di ladang atau sawah sambil memasak. Tinggalkan saja pepes di dalam abu hawu panas sementara mereka bekerja. Selesai bekerja, pepes pun sudah matang.

Sampai saat ini pepes Sunda yang asli masih bergantung pada kayu, walaupun tidak dimatangkan di dalam abu. Pepes sekarang dikukus dulu untuk menghemat waktu. Tapi, pepes yang enak tetap wajib dikukus dengan bahan bakar kayu.

Nah, begitulah asal usul pepes. Mari kita lestarikan budaya kuliner yang luar biasa ini dengan cara memperkenalkan hidangan ini pada anak dan cucu. Makin sering kita menyuguhkannya di rumah, makin kenal mereka dengan hidangan warisan nenek moyang ini.

Sumber: http://id.m.wikibooks.org

Selasa, 05 Desember 2017

Kuliner Lotek dan Es Durian


 Yuk kuliner lagi.. Nah teman - teman yang suka mencicipi makanan jangan lewatkan ya untuk kuliner yang satu ini, kuliner ini berada di dekat alun - alun Kota Sragen. Jika kalian sedang berkunjung kesitu jangan lupa mampir ya.. 

  Rasanya sangat menggoda sekali dijamin kalian pasti ketagihan untuk merasakannya. Loteknya dengan berbagai sayuran dan disiram dengan bumbu kacangnya, duhhh enak banget. Apalagi sama es durian tambah lengkap deh pokoknya. Jadi tunggu apalagi, yuk cobain.. 

Selasa, 21 November 2017

 Gulai Ayam

Gulai adalah salah satu kuliner kreasi masakan Indonesia yang berasal dari Minangkabau.
Gulai ini memiliki pengaruh dari makanan khas India, yaitu kari. Sehingga gulai seringkali disebut sebagai kari-nya Indonesia. Meskipun di Indonesia pun tetap ada masakan kari.


Resep gulai ayam kental gurih

Gulai bukan hanya terkenal di masyarakat Minangkabau saja. Di jawa dan Sunda pun gulai begitu terkenal terutama gulai kambing.
Banyak sekali variasi gulai di Indonesia selain gulai kambing, misalnya saja gulai daging sapi, gulai daging ayam, gulai nangka dan gulai daun singkong.
Di Sumatra kuah gulai terlihat lebih kental, sedangkan di Jawa kuahnya encer.

Resep dan cara membuat
Rasa gurih dan enak ini didapat dari perpaduan bumbu-bumbu khas gulai dan santan. Dan untuk resep yang satu ini akan membuat gulai dengan kuah yang kental seperti khas gulai dari Minang.

Simak resep dan cara membuatnya di bawah ini.

Bahan:
√ 1 ekor ayam (bisa ayam negeri atau ayam kampung)
√ 750 ml santan encer
√ 250 santan kental
√ 2 buah cabai merah iris kasar serong
√ 2 buah cabai hijau iris kasar
√ 3 sendok makan air jeruk nipis atau air asam
√ 2 cm kayu manis, memarkan
√ 3 biji cengkeh
√ ½ butir biji pala, haluskan
√ 2 butir kapulaga, haluskan
√ 1 buah asam kandis
√ 1 cm lengkuas, memarkan
√ 1 batang serai, memarkan
√ 2 lembar daun jeruk purut buang tulangnya
√ 2 sdm minyak, sayur untuk menumis

Bumbu yang dihaluskan:
√ 7 butir bawang merah
√ 4 siung bawang putih
√ 2 cm kunyit
√ 8 buah cabai merah
√ ¼ sdt adas manis
√ ¼ sdt jintan
√ 2 sdt ketumbar, sangrai
√ ½ sdt merica
√ 2 sdt garam

Cara Membuat :
• Cuci ayam sampai bersih lalu potong-potong sesuai selera.

• Lumuri daging ayam dengan perasan air jeruk nipis. Remas-remas sebentar agar meresap dan hilang bau amisnya.

• Lalu panaskan minyak goreng dalam wajan, kemudian tumislah semua bumbu yang telah dihaluskan hingga mengeluarkan aroma harum.

• Selanjutnya masukan bahan lain seperti lengkuas, serai, kayu manis, asam kandis, kapulaga, biji pala, daun jeruk purut dan cengkeh. Aduk hingga merata dan matang.

• Masukan potongan ayam dan baluri dengan air jeruk nipis pada tumisan. Masak hingga setengah matang.

• Lalu masukan santan encer dan biarkan hingga mendidih dan kuah agak berkurang.

• Terakhir tambahkan santan kental bersama irisan cabe merah dan hijau. Masak kembali hingga kuah berkurang dan santan mengental.

• Gulai ayam siap untuk dihidangkan dan dinikmati bersama nasi hangat.

Sumber: https://resepmedia.com/resep-gulai-ayam

Ayam Geprek Bu Nanik

Gambar terkait
Adik saya, yang kebetulan berkuliah di kawasan Mrican memberi tahu bahwa ada satu warung ayam geprek yang unik dan lezat. Setelah mendengar dari adik saya, kini giliran beberapa teman saya mengabarkan hal yang sama. Semakin lama, saya pun semakin penasaran dengan ayam geprek yang disebut dengan Ayam Geprek Bu Nanik ini.
Saya pun mulai menyisir wilayah Mrican, tepatnya di jalan tembusan Mrican – Museum Affandi. Tak lama kemudian, saya pun menemukan warung yang ramai pengunjung dan di depannya terpampang spanduk bertuliskan “Ayam Geprek Bu Nanik”. Saya pun langsung berhenti dan membaca menu apa saja yang ditawarkan. Yup, menu-menu tersebut tertulis di spanduk tersebut sehingga sebelum masuk ke tenda warung tersebut, saya bisa membacanya. Saya langsung tertarik dengan menu Ayam Geprek Kuah Tongseng.
Saya pribadi belum pernah bertemu dengan  menu yang memadukan kedua hal ini. Biasanya paling mendekati ya tongseng ayam, tanpa embel-embel geprek. Setelah menanti, akhirnya saya bertemu juga dengan menu unik ini. Ayam geprek dan kuah tongsengnya disajikan secara terpisah. Saya memulainya dengan mencicipi ayam gepreknya. Keunikan yang langsung dapat saya identifikasi ketika menyantap ayam geprek ini adalah ayamnya yang digoreng dengan tepung layaknya ayam goreng dari Kentucky. Rasa pedasnya sambal bawang yang digeprek bersama ayam goreng tepung ini langsung membuat saya berkeringat. Rasanya yang pedas, gurih, lengkap dengan rasa bawangnya ini terasa begitu mantap.
Rasanya yang lezat ini membuat saya tak heran melihat banyaknya pengunjung siang itu. Belum lagi harganya yang hanya Rp. 9.000 ini tentunya langsung membuat warung ini bak magnet bagi para mahasiswa. Saya pun mencoba menyantapnya bersama kuah tongsengnya. Dengan rasa yang dominan manis, kuah tongseng ini berhasil memberi kekayaan rasa pada menu ayam geprek ini. Irisan kubisnya pun menambah sensasi kesegaran tersendiri. Meski untuk saya kuah ini mampu memberi keunikan tersendiri tapi saya lebih memilih versi tanpa kuah. Lebih sesuai dengan selera lidah saya.

Sumber: https://makanjogja.com/Ayam-Geprek-Bu-Nanik

Tiwul Makanan di E ra Krisis yang menjelma menjadi Jajanan Pasar      Tiwul adalah makanan tradisional dari Gunung Kidul yang terbuat dar...