Selasa, 21 November 2017

 Gulai Ayam

Gulai adalah salah satu kuliner kreasi masakan Indonesia yang berasal dari Minangkabau.
Gulai ini memiliki pengaruh dari makanan khas India, yaitu kari. Sehingga gulai seringkali disebut sebagai kari-nya Indonesia. Meskipun di Indonesia pun tetap ada masakan kari.


Resep gulai ayam kental gurih

Gulai bukan hanya terkenal di masyarakat Minangkabau saja. Di jawa dan Sunda pun gulai begitu terkenal terutama gulai kambing.
Banyak sekali variasi gulai di Indonesia selain gulai kambing, misalnya saja gulai daging sapi, gulai daging ayam, gulai nangka dan gulai daun singkong.
Di Sumatra kuah gulai terlihat lebih kental, sedangkan di Jawa kuahnya encer.

Resep dan cara membuat
Rasa gurih dan enak ini didapat dari perpaduan bumbu-bumbu khas gulai dan santan. Dan untuk resep yang satu ini akan membuat gulai dengan kuah yang kental seperti khas gulai dari Minang.

Simak resep dan cara membuatnya di bawah ini.

Bahan:
√ 1 ekor ayam (bisa ayam negeri atau ayam kampung)
√ 750 ml santan encer
√ 250 santan kental
√ 2 buah cabai merah iris kasar serong
√ 2 buah cabai hijau iris kasar
√ 3 sendok makan air jeruk nipis atau air asam
√ 2 cm kayu manis, memarkan
√ 3 biji cengkeh
√ ½ butir biji pala, haluskan
√ 2 butir kapulaga, haluskan
√ 1 buah asam kandis
√ 1 cm lengkuas, memarkan
√ 1 batang serai, memarkan
√ 2 lembar daun jeruk purut buang tulangnya
√ 2 sdm minyak, sayur untuk menumis

Bumbu yang dihaluskan:
√ 7 butir bawang merah
√ 4 siung bawang putih
√ 2 cm kunyit
√ 8 buah cabai merah
√ ¼ sdt adas manis
√ ¼ sdt jintan
√ 2 sdt ketumbar, sangrai
√ ½ sdt merica
√ 2 sdt garam

Cara Membuat :
• Cuci ayam sampai bersih lalu potong-potong sesuai selera.

• Lumuri daging ayam dengan perasan air jeruk nipis. Remas-remas sebentar agar meresap dan hilang bau amisnya.

• Lalu panaskan minyak goreng dalam wajan, kemudian tumislah semua bumbu yang telah dihaluskan hingga mengeluarkan aroma harum.

• Selanjutnya masukan bahan lain seperti lengkuas, serai, kayu manis, asam kandis, kapulaga, biji pala, daun jeruk purut dan cengkeh. Aduk hingga merata dan matang.

• Masukan potongan ayam dan baluri dengan air jeruk nipis pada tumisan. Masak hingga setengah matang.

• Lalu masukan santan encer dan biarkan hingga mendidih dan kuah agak berkurang.

• Terakhir tambahkan santan kental bersama irisan cabe merah dan hijau. Masak kembali hingga kuah berkurang dan santan mengental.

• Gulai ayam siap untuk dihidangkan dan dinikmati bersama nasi hangat.

Sumber: https://resepmedia.com/resep-gulai-ayam

Ayam Geprek Bu Nanik

Gambar terkait
Adik saya, yang kebetulan berkuliah di kawasan Mrican memberi tahu bahwa ada satu warung ayam geprek yang unik dan lezat. Setelah mendengar dari adik saya, kini giliran beberapa teman saya mengabarkan hal yang sama. Semakin lama, saya pun semakin penasaran dengan ayam geprek yang disebut dengan Ayam Geprek Bu Nanik ini.
Saya pun mulai menyisir wilayah Mrican, tepatnya di jalan tembusan Mrican – Museum Affandi. Tak lama kemudian, saya pun menemukan warung yang ramai pengunjung dan di depannya terpampang spanduk bertuliskan “Ayam Geprek Bu Nanik”. Saya pun langsung berhenti dan membaca menu apa saja yang ditawarkan. Yup, menu-menu tersebut tertulis di spanduk tersebut sehingga sebelum masuk ke tenda warung tersebut, saya bisa membacanya. Saya langsung tertarik dengan menu Ayam Geprek Kuah Tongseng.
Saya pribadi belum pernah bertemu dengan  menu yang memadukan kedua hal ini. Biasanya paling mendekati ya tongseng ayam, tanpa embel-embel geprek. Setelah menanti, akhirnya saya bertemu juga dengan menu unik ini. Ayam geprek dan kuah tongsengnya disajikan secara terpisah. Saya memulainya dengan mencicipi ayam gepreknya. Keunikan yang langsung dapat saya identifikasi ketika menyantap ayam geprek ini adalah ayamnya yang digoreng dengan tepung layaknya ayam goreng dari Kentucky. Rasa pedasnya sambal bawang yang digeprek bersama ayam goreng tepung ini langsung membuat saya berkeringat. Rasanya yang pedas, gurih, lengkap dengan rasa bawangnya ini terasa begitu mantap.
Rasanya yang lezat ini membuat saya tak heran melihat banyaknya pengunjung siang itu. Belum lagi harganya yang hanya Rp. 9.000 ini tentunya langsung membuat warung ini bak magnet bagi para mahasiswa. Saya pun mencoba menyantapnya bersama kuah tongsengnya. Dengan rasa yang dominan manis, kuah tongseng ini berhasil memberi kekayaan rasa pada menu ayam geprek ini. Irisan kubisnya pun menambah sensasi kesegaran tersendiri. Meski untuk saya kuah ini mampu memberi keunikan tersendiri tapi saya lebih memilih versi tanpa kuah. Lebih sesuai dengan selera lidah saya.

Sumber: https://makanjogja.com/Ayam-Geprek-Bu-Nanik

Jumat, 17 November 2017

Sop Buntut





Resep Sop Buntut Sapi Spesial dan Tips Cara Membuatnya. Ada banyak sekali resep sop segar dan enak yang bisa kita buat untuk menu santapan bersama keluarga. Mungkin teman teman sudah terbiasa memasak sop ayam, sop ikan, sop iga atau juga sop ceker yang banyak mengandung kaldu yang rasanya lezat dan segar. Kali ini saya akan mengajak teman teman untuk membuat satu resep masakan sup yang beda dari biasanya, yaitu resep sop buntut sapi. Mungkin kita sudah sering melihat penjual masakan dari ekor sapi ini yang mempunyai banyak pelanggan tetap dan warungnya selalu ramai. Sebut saja Sop Buntut borobudur atau Sop bogor yang memang sudah terkenal karena menggunakan bumbu sop buntuk rahasia racikan mereka sendiri sehingga hasilnya memang lezat. Sebenarnya ada beberapa macam variasi resep masakan ini, seperti sop buntut goreng atau bakar, tapi kali ini kita akan memberikan cara membuat sup buntut sapi rebus dengan bumbu spesial supaya hasilnya tidak kalah dengan resep masakan dari restauran yang terkenal.

Kalau melihat dari namanya pasti teman teman sudah mempunyai gambaran bukan bahan baku utama apa yang digunakan untuk resep masakan khas Indonesia yang akan kita buat kali ini. Ya, untuk resep sayur sop spesial yang akan kita buat kali ini menggunakan ekor sapi atau lebih dikenal juga dengan sebutan buntut sapi. Walaupun bagian paling belakang dari hewab sapi ini jarang digunakan, tetapi ternyata kalau diolah dengan benar dan dipadu dengan bumbu sop buntut yang tepat akan menghasilkan resep masakan yang tidak kalah nikmat dibandingkan dengan resep daging sapi lainnya lho. Apalagi kalau dinikmati saat udara dingin, kuahnya yang banyak mengandung kaldu dan rempah rempah akan membantu kita mengusir hawa dingin yang menyerang. Selain itu saat kita terkena flu pun resep sop buntut spesial ini bisa membantu memulihkan kondisi tubuh yang lemah.

Seperti resep daging sapi yang lain, masakan sop buntut kuah ini ataupun sop buntut bakar dan goreng juga memiliki kandungan gizi yang tinggi. Kandungan gizi yang ada di ekor sapi yang digunakan, seperti protein, kalori, lemak dan zat gizi yang lain sangat dibutuhkan oleh tubuh kita. Ditambah dengan penggunaan beberapa macam bahan rempah alami dalam bumbu sop buntut yang digunakan juga bisa mengembalikan kesegaran tubuh yang lelah. Oleh karena itu, teman teman yang mungkin kebetulan kondisi tubuhnya lagi lemah akan cocok sekali untuk mengkonsumsinya. Untuk lebih jelasnya, silahkan melihat bahan bahan dan cara membuat sop buntut istimewa dengan bumbu spesial dibawah ini.

Sumber: resepcaramemasak.info
Siomay



Siomai atau siomay adalah salah satu jenis dim sum. Dalam bahasa Mandarin, makanan ini disebut shaomai, sementara dalam bahasa Kanton disebut siu maai. Dalam dialek Beijing, makanan ini juga ditulis sebagai ??, dan juga dibaca shaomai. Kulit siomai adalah serupa dengan kulit pangsit. Makanan ini konon berasal dari Mongolia Dalam.
Masakan Cina
Dalam resep masakan Cina, siomai adalah daging babi cincang yang dibungkus kulit yang tipis dari tepung terigu. Walaupun demikian, siomai juga dibuat dari udang, daging kepiting, atau daging sapi. Siomai dibuat berbentuk silinder, dan di atasnya diberi hiasan seperti telur kepiting, parutan wortel, atau kacang polong. Setelah dimatangkan dengan cara dikukus, siomai dimakan dengan cuka atau kecap asin.
Masakan Indonesia
Dalam masakan Indonesia terdapat berbagai jenis variasi siomai berdasarkan daging untuk isi, mulai dari siomai ikan tenggiri, ayam, udang, kepiting, atau campuran daging ayam dan udang. Bahan untuk isi dicampur dengan sagu atau tapioka. Siomai juga tidak lagi dibungkus dengan kulit dari tepung terigu.
Telur ayam dan sayuran seperti kentang, peria, dan kubis dengan isi atau tanpa isi juga dihidangkan di dalam satu piring bersama-sama siomai. Tahu bakso (tahu isi) juga termasuk ke dalam jenis siomai.
Siomai (siomai bandung) dihidangkan setelah disiram saus kacang yang dibuat dari kacang tanah yang dihaluskan dan diencerkan dengan air. Bumbu untuk saus kacang antara lain cabai, gula pasir, bawang putih, garam dapur, dan cuka atau jeruk limau. Sewaktu disajikan, siomai bisa diberi tambahan kecap manis, sambal botol, atau saus tomat.

Sumber: siomayonline.blogdetik.com


                           Semur Jengkol                             


        


Jakarta - Semur jengkol termasuk olahan jengkol favorit banyak orang. Jengkol direbus hingga empuk kemudian dibumbui gula Jawa dan aneka rempah seperti kemiri, cengkeh, kayu manis, pala, dan merica.

Penggemar jengkol pasti tidak bisa menolak kenikmatan seporsi nasi hangat dengan semur jengkol. Nah, jika kangen menyantap menu khas Betawi ini, tempat makan berikut bisa Anda sambangi.

1. RM Betawi Hj. Amih – Gabus Pucung Pak Misan
      Deretan lauk pauk khas Betawi, termasuk semur jengkol, terpajang di etalase Hj. Amih. Dinikmati bersama nasi putih dan sayur asem, semur jengkol ini terasa makin enak.

RM Betawi Hj. Amih – Gabus Pucung Pak Misan
Jl. Raya Lapangan Tembak No. 21
Cibubur, Jakarta Timur
Telepon: 021 8728054

2. RM Betawi Hj. Aisyah
       Aneka semur Betawi tersedia di sini seperti semur jengkol, tahu, dan tempe. Semur jengkolnya berkuah cokelat pekat. Sementara teksturnya sangat empuk sehingga mudah dipotong dengan sendok. Tak ada rasa pahit dan bau menyengat karena proses pemasakan yang tepat. Rasa kuah semurnya manis dengan jejak kayu manis, cengkih, dan merica. Disantap dengan nasi hangat, semur jengkol di sini terasa makin nikmat.

RM Betawi Hj. Aisyah
Jl. Ampera Raya No. 2A
Cilandak, Jakarta Selatan
Telepon: 085881122929
Jam buka: 08.00 – 21.00 WIB

3. RM Khas Betawi H. Syamsudin Kombo
      Jika berkunjung ke sini, Anda dapat mencicip menu khas Betawi seperti sayur pucung gabus, pecak lele, soto kaki sapi, oblok tongki, sayur asem, dan ikan bakar. Ada juga semur jengkol yang enak dipadukan dengan nasi hangat.

RM Khas Betawi H. Syamsudin Kombo
Jl. Raya Harapan Indah, Pondok Ungu (Belakang Carrefour/Sports Center)
Kota Harapan Indah, Bekasi
Telepon: 085693650075

Sumber: https://m.detikfood.com
Soto Kwali 


                                       

     Bisa dibilang soto  jadi salah satu menu favoritku. Kali ini aku mau berbagi pengalaman kulinerku saat makan Soto Kwali yang ada di perbatasan Jakarta Timur dan Depok, tepatnya di area Cimanggis.

     Tampak jauh, tempat Soto Kwali langsung mencolok. Di bagian atas restoran ada replika anglo lengkap dengan nama restonya Soto Kwali yang cukup besar. Saat malam, terdapat lampu kelap-kelip di seluruh depan restoran, jadi benar-benar mencolok mata dan mampu membuat pengguna jalan menengok ke arah resto ini. Tempatnya juga lumayan, menyediakan meja-kursi, juga menyediakan lokasi untuk lesehan.

      Malam itu jadi kunjungan pertamaku lhoOh ya.. aku tau tempat ini berkat kakak aku yang memang tinggal di daerah Jakarta Timur. Sebelum-sebelumnya dia emang pernah makan di tempat ini sama temen-temennya. Karena tau aku penyuka soto, jadi dia ajak aku makan di sini.

     Setelah memilih meja di barisan nomor 2, aku dan kakak langsung saja memesan. 2 porsi Soto Kwali, Es Teh Manis, dan sebotol air mineral. Tak terlalu lama menunggu, pesanan kami pun diantar. Semangkok soto dengan asap mengepul terhidang di depan aku.  Kuahnya agak-agak buthek alias agak kecokelatan, mungkin karena efek daging sapinya kali ya. Oh ya, aku pesen soto dengan nasi campur. Jadi selain isinya ada nasi dan daging sapi, juga ada isian lainnya soon, taoge, seledri, bawang goreng, dan lainnya. Pas aku sruput kuahnya??hmm??rasanya lumayan. Berhubung aku penyuka makanan pedas , nggak lupa aku tambahin sambel dan jeruk nipis. Rasanya jadi makin mantep deh!! Nggak terasa dua mangkok udah aku habisin.

   Oh ya selain mengantarkan soto-soto pesanan kami, si pelayan juga mengantarkan sepiring yang berisi aneka lauk pauk pendamping, antara lain perkedel, tahu goreng, sate telur puyuh, sate paru, dan tempe goreng. Nyam-nyam nikmat!!

    Soal harga jangan panik. Harga di sini bener-bener terjangkau banget, terlebih buat anak kos kayak aku ini. seporsi Soto Kwali dihargai 6 ribu saja. Sedang untuk lauk pendampingnya dihargai mulai 2 ribu. Murah banget kan. Bayangin aja, aku aja cuma habis 34 ribu, padahal makan 3 mangkok soto, pake minum, plus lauk pendampingnya.


Sumber: www.yukmakan.com
                                     Pecel


                                


       Pecel (beberapa daerah melafalkannya "pecal") adalah makanan yang menggunakan bumbu sambal kacang sebagai bahan utamanya yang dicampur dengan aneka jenis sayuran. Asal kata dan daerah pecel belum diketahui secara pasti, tetapi dalam bahasa Jawa, pecel dapat diartikan sebagai 'tumbuk' atau 'dihancurkan dengan cara ditumbuk'. Makanan ini populer terutama di wilayah Jawa Tengah (termasuk Yogyakarta) dan Jawa Timur.


Sumber: https://id.m.wikipedia.org

Cap Cay Goreng
  
 


        Cap cai  merupakan hidangan khas Tionghoa yang populer di Indonesia. Makanan ini disajikan sebagai hidangan utama, bahkan ketika perayaan hari besar seperti imlek menu cap cai seringkali dijadikan menu andalan disajikan ditengah keluarga.

Cap cai sendiri menurut dialek Hokkian adalah aneka ragam sayuran. Makanan yang merupakan hidangan khas Tionghoa dimasak banyak macam sayuran bahkan minimal mengandung 10 macam sayuran. Adapun beberapa sayuran yang umum digunakan dalam cap cai diantaranya adalah sawi hijau, wortel, sawi putih, jagung muda, jamur kuping, jamur merang, kapri, kol, buncis,bunga kol, daun bawang, brokoli, tomat , daun bawang dan bawang bombay.

Untuk membuatnya sendiri di rumah cukup mudah, semua bahan sayur dicampur dengan bumbu rempah. Memasak cap cay juga dapat menggunakan bahan bakso, daging ayam atau seafood. Anda dapat disesuaikan dengan selera keluarga.


Sumber: https://selerasa.com
Kisah Perjuangan  Di Balik Terciptanya Tren "Bakso Beranak"

                              


Senin, 17 Juli 2017 | 20:02
BOGOR, KOMPAS.com - Kini, bakso beranak bisa kita temukan baik di kota besar maupun kecil. Kreasinya pun sudah semakin beragam, dari yang sebesar bola voli, hingga isian bakso yang beraneka rasa.

Setelah ditelusuri KompasTravel, awal kemunculan bakso beranak berasal dari sebuah warung sederhana di pinggiran Kota Bogor. Big Bakso Family, begitu nama gerainya, telah menyajikan bakso beranak sejak 2013.

Gerai ini milik pria yang akrab disapa Oding. Ia merintis usaha bakso pada 2011 setelah bangkrut dari usaha sembako, aksesoris, dan bengkel yang digelutinya selama 12 tahun.

"Dulu pas merintis itu penuh perjuangan, susah lah pokonya. Saya modal uang sisa jualan aksesoris anak cuma Rp 300.000," ujar Oding saat ditemui KompasTravel di gerai pusat Big Bakso Family, Kertamaya, Bogor, Minggu (15/7/2017).


Sumber: travel.kompas.com


   Waronk Lotenk Sragen

    


      Ingin kumpul bersama teman dan makan bareng??  Cukup disini saja di Warung Lotenk Sragen yang beralamat di  Jln. Raya sukowati No. 362 Sragen Tengah Kec. Sragen, Sragen Tengah, Kab. Sragen Tengah 57211. Menu makan disini cukup banyak, disini juga ada menu paketnya lho. Ada juga diskonnya pada bulan yang telah ditentukan oleh pemiliknya. Waronk Lotenk ini tidak hanya mempunyai  menu yang banyak tetapi juga punya tempat yang nyaman, rapi dan bagus untuk berselfie pada saat makan bersama keluarga, saudara, pacar maupun teman. 


Jajanan Khas Sragen, Mbah Rajak


         Sragen, ternyata juga kaya akan makanan tradisional. Salah satunya adalah makanan khas yang diproduksi oleh Mbah Sumodiharjo yang lebih akrab dipanggil Mbah Rajak. Beliau jualan aneka macam makanan tradisional, seperti Jenang, prasikan, wajik, jadah, dan aneka lauk-pauk.
Jajanan Mbah Rajak.. (gambar foto: http://3.bp.blogsport.com).
Lokasinya di pasar Bunder, selain itu, mbah Rajak juga melayani pembeli yang langsung datang ke rumah. Warungnya di pasar tidak pernah sepi pembeli. Tidak jarang pembeli dari luar daerah menyerbu makanan khas Sragen buatan mbah Rajak sebagai oleh-oleh.
        Jenang dodol buatannya dijual Rp 20.000 per kilo, sedangkan prasikan dan wajik dijual dengan harga Rp 25.000 per kotak. Selain di jual kiloan, makanan tersebut juga dapat dibeli sesuai dengan harga yang diinginkan.
Mbah Rajak mengawali usahanya sebagai pedagang jenang sekitar tahun 1968 dengan 10 orang pekerja. Setiap hari menghabiskan bahan baku berupa beras ketan sebanyak 40 kg. Beliau tinggal di Jl. Kampar No. 7 Rt 03 Rw XI Cantel Wetan, Kelurahan Sragen Tengah.

Sumber: melancongdiindonesia.blogspot.com

Kuliner Bu Djar


Rumah Makan Bu Djar, baru berdiri di Sragen pada tahun 2008 dan sudah dikenal banyak orang. Namun telah dikenal dan banyak dikunjungi orang. Hal ini terbuktikan oleh pengunjung yang selalu memadati rumah makannya. Hj. Siti Faizah, SE., atau yang dikenal dengan Bu Djar, pemilik rumah makan mengaku bahwa rumah makannya menyediakan masakan khas Jawa mengingat mayoritas masyarakat Sragen adalah orang Jawa.
Meski semula ditujukan pada pecinta kuliner dari masyarakat Sragen, ternyata penikmat masakan R.M. Bu Djar, tidak hanya warga Sragen saja namun juga para pelancong dari luar kota  yang kebetulan melewati Jalan Raya Sukowati, No. 470 kota Sragen.
Harga makananpun cukup murah dan bisa dijangkau oleh semua lapisan masyarakat. Ditambah pelayanan yang cepat dan sopan, tanggap dalam melayani para tamunya. Membuat kita semua kangen dan ingin datang lagi. Pelanggan RM. Bu Djar, dari berbagai kalangan, termasuk  para pejabat di Sragen.  Bu Djar juga melayani  pesanan dan cathering untuk event-event besar.

Beberapa selebritis kondang pun pernah singgah di RM. ini untuk menimati citarasa masakan bu Djar seperti Cak Nun, Rieke Diah Pitaloka, group band LETTO, dan lain sebagainya.
Rumah Makan Bu Djar buka mulai jam enam pagi, dan tutup pada pukul empat sore. Para pelanggan akan dimanjakan dengan disediakannya tempat baru di sebelah RM.  Mereka yang berkunjung boleh memilih tempat, baik di tempat yang lama atau baru. R.M. Bu Djar yang baru seringkali dipilih karena situasi dan bentuk rumah makannya memang mengasyikkan, seperti rumah joglo yang dilengkapi dengan gazebo-gazebo untuk makan lesehan. Menu khas R.M. Bu Djar yang baru ini, menyediakan berbagai macam olahan ayam kampung goreng atau panggang, ikan panggang atau goreng, soto ayam atau daging sapi.


Sumber: melancongdiindonesia.blogspot.com

Selasa, 14 November 2017

Mie Iblis Sragen


     Beragam jenis mie ayam pun muncul demi menarik minat para pecinta kuliner. Tak terkecuali seperti yang dilakukan Pak Giyarto, 34, yang sudah berjualan sekitar enam tahun ini di rumahnya yang beralamat di Tegalsari, RT 03/13, Sragen Kulon.
     Namun, dua tahun belakangan Pak Giyarto menyajikan menu mie ayam dengan cara berbeda. Beragam nama makhluk gaib muncul dari belasan menu yang ia tawarkan di antaranya mie ayam jin, jenglot, setan, tuyul, hingga kuntilanak. Hal yang sama ia lakukan untuk beragam jenis minuman yang ditawarkan seperti es pocong, es setan brekele, serta tuyul panas.




Tiwul Makanan di E ra Krisis yang menjelma menjadi Jajanan Pasar      Tiwul adalah makanan tradisional dari Gunung Kidul yang terbuat dar...