Jumat, 17 November 2017


Kuliner Bu Djar


Rumah Makan Bu Djar, baru berdiri di Sragen pada tahun 2008 dan sudah dikenal banyak orang. Namun telah dikenal dan banyak dikunjungi orang. Hal ini terbuktikan oleh pengunjung yang selalu memadati rumah makannya. Hj. Siti Faizah, SE., atau yang dikenal dengan Bu Djar, pemilik rumah makan mengaku bahwa rumah makannya menyediakan masakan khas Jawa mengingat mayoritas masyarakat Sragen adalah orang Jawa.
Meski semula ditujukan pada pecinta kuliner dari masyarakat Sragen, ternyata penikmat masakan R.M. Bu Djar, tidak hanya warga Sragen saja namun juga para pelancong dari luar kota  yang kebetulan melewati Jalan Raya Sukowati, No. 470 kota Sragen.
Harga makananpun cukup murah dan bisa dijangkau oleh semua lapisan masyarakat. Ditambah pelayanan yang cepat dan sopan, tanggap dalam melayani para tamunya. Membuat kita semua kangen dan ingin datang lagi. Pelanggan RM. Bu Djar, dari berbagai kalangan, termasuk  para pejabat di Sragen.  Bu Djar juga melayani  pesanan dan cathering untuk event-event besar.

Beberapa selebritis kondang pun pernah singgah di RM. ini untuk menimati citarasa masakan bu Djar seperti Cak Nun, Rieke Diah Pitaloka, group band LETTO, dan lain sebagainya.
Rumah Makan Bu Djar buka mulai jam enam pagi, dan tutup pada pukul empat sore. Para pelanggan akan dimanjakan dengan disediakannya tempat baru di sebelah RM.  Mereka yang berkunjung boleh memilih tempat, baik di tempat yang lama atau baru. R.M. Bu Djar yang baru seringkali dipilih karena situasi dan bentuk rumah makannya memang mengasyikkan, seperti rumah joglo yang dilengkapi dengan gazebo-gazebo untuk makan lesehan. Menu khas R.M. Bu Djar yang baru ini, menyediakan berbagai macam olahan ayam kampung goreng atau panggang, ikan panggang atau goreng, soto ayam atau daging sapi.


Sumber: melancongdiindonesia.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tiwul Makanan di E ra Krisis yang menjelma menjadi Jajanan Pasar      Tiwul adalah makanan tradisional dari Gunung Kidul yang terbuat dar...